Latest News
YERUSALEM - Komitmen militer Israel untuk mempertahankan persenjataannya tidak main-main. Rencananya Departemen Pertahanan Israel akan membeli pesawat perang dalam partai besar.
Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak menyatakan, jenis pesawat yang akan dibeli, yakni F-35 atau Joint Strike Fighter. Mereka akan membeli 20 unit dengan alokasi dana sekira USD2,75 miliar. Jumlah itu setara dengan Rp247,22 triliun (Rp8.990 per USD).
Jika rencana ini diloloskan oleh legislatif setempat, maka pesawat ini akan menjadi pesawat tercanggih dan termahal sepanjang sejarah Israel. "F-35 akan menjadi pesawat penyerang terbaik ke depannya. Akan memberikan imbas pertahanan udara dan negara jauh lebih baik," tegas Barak, seperti dikutip AFP, Senin (16/8/2010).
Pesawat ini akan dibeli dalam waktu dekat. Namun baru akan digunakan pada 2015. Burung baja buatan Amerika Serikat tersebut, dilengkapi dengan teknologi tinggi.(rhs)
JAKARTA - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Pemerintah bersikap tegas dalam insiden penangkapan tiga warga negara Indonesia oleh Polisi Diraja Malaysia, Jumat pekan lalu. Dia yakin, Malaysia pasti akan menggubris kalau Indonesia tegas.
"Mesti tanya dulu kenapa ditahan, kalau tidak benar ya diprotes. Pemerintah memang harus tegas dalam hal ini kalau pemerintah sudah tegas pasti digubris," katanya usai menghadiri pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Gedung DPR, Jakarta, Senin (16/8/2010).
Meski demikian, Kalla tak setuju dengan opsi memulangkan Dubes Malaysia dari Jakarta sebagai bentuk protes. "Soal pemulangan Dubes saya rasa belum perlu pemulangan dilakukan, pemulangan dubes itu berlebihan," tegasnya.
Insiden penangkapan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), terjadi Jumat 13 Agustus malam lalu oleh polisi Malaysia di perairan Kepulauan Riau. Penangkapan yang dilakukan oleh polisi Malaysia ini dilatari petugas KKP menangkap tujuh nelayan Malaysia yang kepergok melakukan pencurian ikan di perairan Kepulauan Riau.
Ketiga petugas KKP yang dibawa ke Johor itu bernama Asriadi (40), Erwan (37), dan Seivo Grevo Wewengkang (26).(hri)