Latest News
JAKARTA - Kementerian Pertahanan meluncurkan rencana pembangunan kapal perang Perusak Kawal Rudal (PKR), Senin (16/8/2010).
Dalam sambutannya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, kapal perang PKR merupakan pertama dan terbesar yang akan dibuat di Indonesia.
"Di Asia hanya kapal perang Singapura yang kekuatannya seimbang dengan kapal ini, Malaysia punya, tapi ukurannya lebih kecil," kata Purnomo.
Acara yang digelar di Aula Kemenhan ini dihadiri Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, KSAL Laksamana TNI Agus Suhartono, Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin, Dirut PT PAL Harsusanto, dan CEO PT Damen Hein Van Ameijden.
Kapal perang yang menelan biaya 170 juta Euro ini memiliki panjang 105 meter dan berat 2.400 ton akan dibiayai oleh APBN. Dalam pengerjaannya, Kemenhan menggandeng PT PAL Surabaya dan PT Damen yang berbasis di Belanda.
"Kami melibatkan PT Damen Belanda karena sebagian perangkat teknologi di kapal ini dari luar negeri," jelasnya.
Prinsipnya, pemerintah ingin mengembangkan industri dalam negeri, yang akan menyerap 1.500 tenaga kerja dan berpengaruh dengan industri lainnya.
"Ini komitmen kami untuk meningkatkan kualitas alutsista Indonesia," tegas Purnomo.
(lam)
JAKARTA - Pegawai Negeri Sipil (PNS)/TNI/Polri, dan Pensiunan bersiaplah untuk mendapat kabar gembira tahun depan. Pasalnya pemerintah telah menganggarkan kenaikan gaji pokok untuk PNS/TNI/Polri dan pensiunan sebesar rata-rata 10 persen untuk tahun 2011 mendatang.
Selain itu, kebijakan pemberian gaji dan pensiunan di bulan ke-13 juga akan tetap dilaksanakan. Melalui kebijakan ini, penghasilan PNS dengan pangkat terendah, meningkat dari Rp1.895.700 menjadi sekira Rp2 juta. Khusus bagi guru dengan pangkat terendah, pendapatannya meningkat dari Rp2.496.100 menjadi Rp2.654.000.
“Perbaikan pendapatan itu dimaksudkan agar para guru dapat melaksanakan tanggungjawabnya sebagai pendidik generasi mendatang bangsa,” ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ujarnya dalam Penyampaian RAPBN 2011 dan Nota Keuangannya, di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (16/8/2010).
Sementara itu, bagi anggota TNI/Polri dengan pangkat terendah, penghasilannya meningkat dari Rp2.505.200 menjadi Rp2.625.000. Selain itu, pemerintah juga siap untuk melanjutkan dan memantapkan pelaksanaan reformasi birokrasi dengan fokus pada peningkatan kualitas pelayanan publik serta tata kelola pemerintahan yang semakin baik.
Hal ini dilakukan melalui terobosan kinerja secara terpadu, penuh integritas, akuntabel, taat kepada hukum, dan transparan. Reformasi birokrasi ini, juga kita harapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik, yang ditopang oleh kapasitas pegawai yang memadai.
“Untuk mendukung pelaksanaan reformasi birokrasi ini, dalam RAPBN tahun 2011, Pemerintah merencanakan alokasi anggaran sebesar Rp1,4 triliun. Sasaran yang ingin dicapai dari prioritas reformasi birokrasi adalah makin mantapnya tata kelola pemerintahan yang lebih baik,” tandasnya.(adn)(rhs)
YERUSALEM - Komitmen militer Israel untuk mempertahankan persenjataannya tidak main-main. Rencananya Departemen Pertahanan Israel akan membeli pesawat perang dalam partai besar.
Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak menyatakan, jenis pesawat yang akan dibeli, yakni F-35 atau Joint Strike Fighter. Mereka akan membeli 20 unit dengan alokasi dana sekira USD2,75 miliar. Jumlah itu setara dengan Rp247,22 triliun (Rp8.990 per USD).
Jika rencana ini diloloskan oleh legislatif setempat, maka pesawat ini akan menjadi pesawat tercanggih dan termahal sepanjang sejarah Israel. "F-35 akan menjadi pesawat penyerang terbaik ke depannya. Akan memberikan imbas pertahanan udara dan negara jauh lebih baik," tegas Barak, seperti dikutip AFP, Senin (16/8/2010).
Pesawat ini akan dibeli dalam waktu dekat. Namun baru akan digunakan pada 2015. Burung baja buatan Amerika Serikat tersebut, dilengkapi dengan teknologi tinggi.(rhs)
JAKARTA - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Pemerintah bersikap tegas dalam insiden penangkapan tiga warga negara Indonesia oleh Polisi Diraja Malaysia, Jumat pekan lalu. Dia yakin, Malaysia pasti akan menggubris kalau Indonesia tegas.
"Mesti tanya dulu kenapa ditahan, kalau tidak benar ya diprotes. Pemerintah memang harus tegas dalam hal ini kalau pemerintah sudah tegas pasti digubris," katanya usai menghadiri pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Gedung DPR, Jakarta, Senin (16/8/2010).
Meski demikian, Kalla tak setuju dengan opsi memulangkan Dubes Malaysia dari Jakarta sebagai bentuk protes. "Soal pemulangan Dubes saya rasa belum perlu pemulangan dilakukan, pemulangan dubes itu berlebihan," tegasnya.
Insiden penangkapan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), terjadi Jumat 13 Agustus malam lalu oleh polisi Malaysia di perairan Kepulauan Riau. Penangkapan yang dilakukan oleh polisi Malaysia ini dilatari petugas KKP menangkap tujuh nelayan Malaysia yang kepergok melakukan pencurian ikan di perairan Kepulauan Riau.
Ketiga petugas KKP yang dibawa ke Johor itu bernama Asriadi (40), Erwan (37), dan Seivo Grevo Wewengkang (26).(hri)
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso menilai penangkapan tiga petugas Departemen Kelautan dan Perikanan di perbatasan Malaysia, sebagai bentuk provokasi.
“Dengan ditangkapnya petugas yang jelas-jelas berseragam dari kita oleh aparat kepolisian Malaysia dapat disebut provokasi. Kecuali yang ditangkap itu rakyat yang mencuri ikan,” kata Priyo.
Ini diungkapkan Priyo seusai mengikuti pidato kenegaraan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhyono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/8/2010).
Politisi dari Partai Golkar itu juga menyayangkan, reaksi dari pejabat-pejabat negara Indonesia yang lambat dalam menyikapi penangkapan petugas Indonesia.
“Saya menyayangkan reaksi pejabat-pejabat pemerintah kita, sebagai ukuran negara besar (reaksinya) terlambat. Menurut saya itu ada privasi, dan kita tidak boleh disepelekan,” tegasnya.
Priyo bahkan berkelakar, pemerintah harus membalas insiden penangkapan ini. “Sekali-kali perlu kita balas. Kolonelnya mereka kita tangkap saja, habis itu kita kembalikan namun tidak diapa-apain,” tutur Priyo sembari tersenyum.
Sebelumnya, tiga petugas DKP yakni Asriadi, Erwan, Sivogrevo, ditangkap Polisi Diraja Malaysia. Mereka ditangkap polisi Malaysia setelah menagkap tujuh nelayan Malaysia yang diduga mencuri ikan di perairan Indonesia.(Akmal Irawan/Trijaya/kem)
Jakarta - Mabes polri telah membantah bila Sufyan Tsauri adalah anggota intel yang sengaja disusupkan ke jaringan teroris. Namun diyakini praktik menyusupkan intel tersebut banyak dilakukan oleh kepolisian.
"Menurut saya penyusupan atau infiltrasi itu masih banyak dilakukan oleh kepolisian sampai saat ini," ujar pengamat teroris Mardigu Wowiek Prasetyo saat dihubungi detikcom, Jumat (13/8/2010).
Infiltrasi yang dilakukan oleh intel kepada jaringan teroris tersebut, menurut Mardigu memang sebuah strategi yang dilakukan untuk melumpuhkan jaringan teroris sebelum mereka melakukan aksinya.
"Tanpa ada infiltrasi, susah bagi kepolisian untuk memutus jaringan teroris yang ada. Adanya intel bisa mencegah atau bersifat preventif, kalau tidak berhasil baru densus yang bergerak dengan cara represif," terangnya.
Meski demikian Mardigu enggan menjelaskan berapa anggota intel yang saat ini menyusup ke jaringan teroris yang ada di Indonesia.
"Saya tahu cara kerja mereka, dimana saja mereka berada, tapi saya tidak bisa memberitahu. Aman tidaknya negara ini tergantung pada intel yang disusupkan tersebut," tutupnya. (sumber: Hery Winarno - detikNews)
"Menurut saya penyusupan atau infiltrasi itu masih banyak dilakukan oleh kepolisian sampai saat ini," ujar pengamat teroris Mardigu Wowiek Prasetyo saat dihubungi detikcom, Jumat (13/8/2010).
Infiltrasi yang dilakukan oleh intel kepada jaringan teroris tersebut, menurut Mardigu memang sebuah strategi yang dilakukan untuk melumpuhkan jaringan teroris sebelum mereka melakukan aksinya.
"Tanpa ada infiltrasi, susah bagi kepolisian untuk memutus jaringan teroris yang ada. Adanya intel bisa mencegah atau bersifat preventif, kalau tidak berhasil baru densus yang bergerak dengan cara represif," terangnya.
Meski demikian Mardigu enggan menjelaskan berapa anggota intel yang saat ini menyusup ke jaringan teroris yang ada di Indonesia.
"Saya tahu cara kerja mereka, dimana saja mereka berada, tapi saya tidak bisa memberitahu. Aman tidaknya negara ini tergantung pada intel yang disusupkan tersebut," tutupnya. (sumber: Hery Winarno - detikNews)
JAKARTA - Jumlah pemudik yang menggunakan motor diperkirakan mencapai 6,3 juta orang. Berdasarkan prediksi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), jumlah pemudik tahun ini secara nasional mencapai 18 juta.
Sedangkan yang menggunakan motor saat mudik diperkirakan mencapai 35 persen atau sekira 6,3 juta orang. Ketua Umum MTI Danang Parikesit mengatakan, prediksi yang dibuatnya memang jauh lebih besar dari prediksi pemerintah yang memperkirakan jumlah pemudik hanya 15,5 juta orang.
Menurut dia, tahun lalu jumlah pemudik mencapai 14,6 juta. Sedangkan yang menggunakan motor sebanyak 35 persen atau sekira 4,38 juta orang. Padahal, saat itu pemerintah memprediksi jumlah pemudik yang menggunakan motor sebanyak 18 persen. Saat itu, MTI memprediksi jumlah pemudik yang menggunakan motor sebanyak 25 hingga 30 persen. Kenyataan di lapangan justru jumlah pemudik yang menggunakan motor mencapai 35 persen.
"Dari fakta-fakta itulah, kami berani memberikan angka prediksi yang lebih tinggi dari pemerintah," ujarnya, Kamis (13/8/2010).
Tingginya jumlah pemudik yang menggunakan motor ini harus diantisipasi dengan baik. Sebab, resiko perjalanan yakni kecelakaan lalu lintas bakal meningkat. Pada tahun lalu, jumlah kecelakaan lalu lintas saat arus mudik dan arus mencapai 4.500 dengan korban meninggal sekira 800 orang. Sedangkan jumlah pelanggaran sebanyak 40.000 kasus.
"Kecelakaan lebih banyak pada saat arus balik, ini mungkin karena pengendara cape dan tenaganya terkuras. Untuk itu, petugas diperbanyak ketika arus balik. Selama ini, setiap arus balik jumlah petugas selalu berkurang," sarannya.
Berdasarkan analisa MTI, kecelakaan lebih banyak terjadi karena pengendara saling menyalip dan bersenggolan. Sementara, tabrakan dari arah berlawanan tergolong minim. MTI menilai, persiapan menghadapi mudik lebaran seharusnya dilakukan minimal enam bulan sebelum hari H.
Bahkan, kalau bisa setahun sebelumnya, yakni selepas arus balik, langsung dilakukan evaluasi dan mempersiapkan rencana mudik tahun berikutnya.
"Tahun ini baru dipersiapkan dua bulan sebelum hari H. Tapi, ini sudah ada kemajuan dari tahun sebelumnya yang hanya dipersiapkan sebulan sebelum hari H. Itupun, setelah MTI memberikan masukan-masukan," pungkasnya.
Alasan pemudik menggunakan motor karena dinilai lebih murah dan mudah. Selain itu, sarana transportasi umum tidak memadai ketika arus mudik Lebaran. Karena itulah, yang terpenting dilakukan adalah penyediaan angkutan umum yang murah, nyaman, dan aman sehingga pemudik tak lagi menggunakan motor.
Sementara itu, Ketua Forum Perkeretaapian MTI Djoko Setijowarno mengatakan, salah satu cara untuk mengurangi penggunaan motor saat mudik adalah penyediaan rangkaian kereta api. Menurut dia, berdasarkan hasil survei masyarakat menilai kereta api merupakan moda tranportasi yang paling aman untuk mudik Lebaran.
"Tiga tahun pelaksanaan mudik tidak pernah ada kereta anjlok. Saya harap prestasi ini dipertahankan, meskipun belakangan ini banyak kasus kereta anjlok," ujar Djoko.
Namun, lanjutnya, harapan masyarakat tersebut seringkali terkendala ketersediaan armada kereta api. Sebab, menjelang lebaran biasanya lebih diprioritaskan kereta api kelas binis dan eksekutif. Sementara untuk jalur kereta api double track belum sepenuhnya tersambung.
"Akibatnya, perjalanan kereta api tersendat," tandasnya.
Selama ini untuk mengangkut penumpang, PT KAI sudah menyiapkan kereta barang. Namun, berdasarkan evaluasi keberadaan kereta barang tersebut belum maksimal karena tidak dilengkapi toilet. Untuk itu, pihaknya menyarankan agar kereta barang tersebut dilengkapi tolilet portable, yakni WC yang dapat dibongkar pasang dalam waktu singkat.
"Memang tahun lalu kereta barang yang mengangkut penumpang berhenti di sejumlah stasiun kecil untuk member kesempatan kepada penumpang buang air. Tapi itu tak efektif, sebab jumlah toilet di stasiun tidak seimbang dengan ribuan penumpang. Akibatnya, penumpang melakukan langkah darurat dengan buang air di dekat tembok, baik laki maupun perempuan. Kalau seperti itu kejadiannya, sangat kasihan," keluhnya.
Sekjen MTI Ellen Tangkudung meminta aparat besikap tegas menegakkan aturan keselamatan bagi pengemudi motor dan bus antar kota. Menurut dia, aspek keselamatan merupakan yang terpenting dalam pelayanan arus mudik dan arus balik.
"Apapun alasannya, keselamatan pemudik harus diutamakan," ungkapnya.(Ahmad Baidowi/Koran SI/lam). (sumber: okezone)
JAKARTA - Menjelang peringatan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-65, Kementerian Hukum dan HAM tengah menghitung pemberian remisi bagi terpidana penghuni lembaga pemasyarakatan.
"Lagi dihitung, tapi yang jelas banyaklah. Puluhan ribu yang dapat remisi," kata Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar usai sidang Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah di kantor Kementerian Dalam Negeri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (12/8/2010).
Meski demikian, Patrialis memastikan terpidana kasus terorisme dan korupsi di atas Rp1 miliar tidak akan mendapatkan remisi atau pengurangan hukuman.
"Ini berdasarkan PP 28 itu memang termasuk pengecualian, semua teroris, koruptor nggak dapat," jelasnya.(Iman Rosidi/Trijaya/hri). (sumber: okezone)
"Lagi dihitung, tapi yang jelas banyaklah. Puluhan ribu yang dapat remisi," kata Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar usai sidang Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah di kantor Kementerian Dalam Negeri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (12/8/2010).
Meski demikian, Patrialis memastikan terpidana kasus terorisme dan korupsi di atas Rp1 miliar tidak akan mendapatkan remisi atau pengurangan hukuman.
"Ini berdasarkan PP 28 itu memang termasuk pengecualian, semua teroris, koruptor nggak dapat," jelasnya.(Iman Rosidi/Trijaya/hri). (sumber: okezone)
JAKARTA - Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang membenarkan adanya tiga mantan anggota polisi, termasuk Sofyan Tsauri, yang direkrut kelompok teroris di Aceh. Kendati ditegaskan, hal itu bukanlah sebagai titipan Polri.
"Sudah berulang saya katakan, tidak ada titipan polisi," tegas Edward Aritonang dalam konferensi pers di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis (12/8/2010) sore.
Edwan pun menjelaskan siapa sebenarnya Sofyan Sauri. Menurut Edward, Sofyan adalah anggota Sabara Polres Depok—bukan anggota Brimob—yang pernah bertugas di Aceh dan menikah dengan orang aceh.
“Saat kembali tugas di Jakarta dia tidak pernah masuk. Dia dipecat," jelasnya.
Setelah diberhentikan, lanjut Edward Sofyan direkrut Oman abdurrahman, yang saat itu mencari disertir anggota TNI atau Polri untuk diangkat sebagai pelatih di Aceh.
Edward juga membenarkan bahwa sedianya latihan itu untuk persiapan sukarelawan ke jalur Gaza. Namun belakangan latihan tersebut dibubarkan dan jadi berangkat ke Gaza.
"Jadi memang benar ada mantan anggota polisi yang terlibat terorisme termasuk Bripka Tatang dan Briptu Edi yang menyediakan logistik bagi teroris," terang Edward.(ded). (sumber: Tri Kurniawan - Okezone)
"Sudah berulang saya katakan, tidak ada titipan polisi," tegas Edward Aritonang dalam konferensi pers di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis (12/8/2010) sore.
Edwan pun menjelaskan siapa sebenarnya Sofyan Sauri. Menurut Edward, Sofyan adalah anggota Sabara Polres Depok—bukan anggota Brimob—yang pernah bertugas di Aceh dan menikah dengan orang aceh.
“Saat kembali tugas di Jakarta dia tidak pernah masuk. Dia dipecat," jelasnya.
Setelah diberhentikan, lanjut Edward Sofyan direkrut Oman abdurrahman, yang saat itu mencari disertir anggota TNI atau Polri untuk diangkat sebagai pelatih di Aceh.
Edward juga membenarkan bahwa sedianya latihan itu untuk persiapan sukarelawan ke jalur Gaza. Namun belakangan latihan tersebut dibubarkan dan jadi berangkat ke Gaza.
"Jadi memang benar ada mantan anggota polisi yang terlibat terorisme termasuk Bripka Tatang dan Briptu Edi yang menyediakan logistik bagi teroris," terang Edward.(ded). (sumber: Tri Kurniawan - Okezone)
JAKARTA- Abu Bakar Ba’asyir sudah empat hari mendekam di tahanan Bareskrim Mabes Polri, selama itu pula dia bungkam. Polisi pun bergegas melengkapi alat bukti agar secepatnya membawa Ba’asyir ke persidangan.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang mengatakan, penyidikan terhadap Abu Bakar Ba'asyir tetap akan dilakukan, meski sampai saat ini belum ada perkembangan berarti.
"Sampai saat ini ABB belum mau menandatangani BAP, Walaupun sudah dicoba diberi penjelasan keterangan lain beliau bersikukuh hanya akan menjelaskan di pengadilan," terang Edward di Kompleks Mabes Polri, Kamis (12/8/2010).
Karena itu, lanjut dia, penyidik hanya akan fokus melengkapi alat bukti yang sudah dikumpulkan, termasuk keterangan saksi, agar bisa diputuskan sebelum hari H apakah akan dilanjutkan penahanan atau dilimpahkan ke persidangan.
Mengenai penangkapan WNI di malaysia yang diduga terkait dengan Ba’asyir, dia mengaku belum mendapat data. “Bareskrim masih berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri. "Ini masalah keberadaan WNI di luar negeri.” Katanya.(ded). (sumber: Tri Kurniawan - Okezone)
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang mengatakan, penyidikan terhadap Abu Bakar Ba'asyir tetap akan dilakukan, meski sampai saat ini belum ada perkembangan berarti.
"Sampai saat ini ABB belum mau menandatangani BAP, Walaupun sudah dicoba diberi penjelasan keterangan lain beliau bersikukuh hanya akan menjelaskan di pengadilan," terang Edward di Kompleks Mabes Polri, Kamis (12/8/2010).
Karena itu, lanjut dia, penyidik hanya akan fokus melengkapi alat bukti yang sudah dikumpulkan, termasuk keterangan saksi, agar bisa diputuskan sebelum hari H apakah akan dilanjutkan penahanan atau dilimpahkan ke persidangan.
Mengenai penangkapan WNI di malaysia yang diduga terkait dengan Ba’asyir, dia mengaku belum mendapat data. “Bareskrim masih berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri. "Ini masalah keberadaan WNI di luar negeri.” Katanya.(ded). (sumber: Tri Kurniawan - Okezone)
JAKARTA - Meski sudah dibantah oleh Ba'asyir dan PPATK, namun polisi tetap bersikukuh memiliki bukti adanya aliran dana kepada Abu Bakar Ba'asyir. Bahkan polisi siap membawa bukti tersebut di pengadilan.
"Nanti segala sesuatu hanya akan kami perlihatkan di pengadilan, yang jelas Polri punya barang bukti," terang Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Edward Aritonang di kantornya, Jalan Trunojoyo, Kamis (12/8/2010).
Edward menjelaskan pemantauan terhadap kasus ini sudah lama. Bahkan keterangan yang didapat dari tersangka coba direkronstruksi.
"Contohnya tersangka bilang rapat, rapat disuatu tempat, kami kembangkan siapa saja yang ikut rapat, jadi ini bukan baru tapi sudah lama dipantau," jelasnya.
Polri mempunyai barang bukti untuk melakukan penangkapan dan memproses sampai peradilan. Penyidikan terhadap ABB tidak diporsir, Edward mengatakan jika ABB bersedia diperiksa akan didampingi jika tidak, tidak masalah bagi penyidik.
"Karena pemeriksaan terhadap saksi lain sudah berlangsung lama jadi saatnya penyidik menganggap tidak mungkin lagi dikembangkan, berkasnya akan ditutup, dan akan dilanjutkan keterangan saksi yang ada," ujar Edward.
Ia menyangkal bahwa ABB berada di tempat terisolasi "Tidak, dia ditempatkan di tempat yang representatif biar beliau khusuk," katanya.(ahm). (sumber: Tri Kurniawan - Okezone)
"Nanti segala sesuatu hanya akan kami perlihatkan di pengadilan, yang jelas Polri punya barang bukti," terang Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Edward Aritonang di kantornya, Jalan Trunojoyo, Kamis (12/8/2010).
Edward menjelaskan pemantauan terhadap kasus ini sudah lama. Bahkan keterangan yang didapat dari tersangka coba direkronstruksi.
"Contohnya tersangka bilang rapat, rapat disuatu tempat, kami kembangkan siapa saja yang ikut rapat, jadi ini bukan baru tapi sudah lama dipantau," jelasnya.
Polri mempunyai barang bukti untuk melakukan penangkapan dan memproses sampai peradilan. Penyidikan terhadap ABB tidak diporsir, Edward mengatakan jika ABB bersedia diperiksa akan didampingi jika tidak, tidak masalah bagi penyidik.
"Karena pemeriksaan terhadap saksi lain sudah berlangsung lama jadi saatnya penyidik menganggap tidak mungkin lagi dikembangkan, berkasnya akan ditutup, dan akan dilanjutkan keterangan saksi yang ada," ujar Edward.
Ia menyangkal bahwa ABB berada di tempat terisolasi "Tidak, dia ditempatkan di tempat yang representatif biar beliau khusuk," katanya.(ahm). (sumber: Tri Kurniawan - Okezone)










